Analisis tentang Border Trade Agreement (1970) antara Indonesia dan Malaysia, studi kasus : perbatasan wilayah Kalimantan Barat dan Sarawak

Ferdoansyah, Dennis (2015) Analisis tentang Border Trade Agreement (1970) antara Indonesia dan Malaysia, studi kasus : perbatasan wilayah Kalimantan Barat dan Sarawak. Diploma thesis, Universitas Al Azhar Indonesia.

[img] Text (UAI) - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (0B)
Official URL: http://perpustakaan.uai.ac.id/index.php/cari/detai...

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada bentuk kerjasama antara Malaysia dan Indonesia yang kemudian menghasilkan sebuah perjanjian atau kesepakatan dalam hal perdagangan yang umumnya disebut dengan Border Trade Agreement. Di mana kemudian perjanjian antara kedua negara ini menimbulkan tanda tanya pada dampak mengenai implementasinya kepada masyarakat perbatasan kedua negara itu sendiri. Hal menarik kemudian yang menjadi fokus penelitian ini adalah, perjanjian ini dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi kedua belah negara itu sendiri.Perjanjian tersebut menjadi sudah tidak relevan sebab perjanjian tersebut dimulai di tahun 1970 dan baru mengalami sekali revisi. Sehingga sudah tidak relevan dengan kondisi nyata pada hari ini terkait dengan waktu perjanjian yang memang sudah berlangsung lama dan sudah sepatutnya untuk dilaksanakan revisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari implementasi Border Trade Agreement (1970) antara Indonesia dan Malaysia dalam hal ini antara lain Provinsi Kalimantan Barat terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan sosial masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Sumber data yang diperoleh berasal dari studi literature berupa Agreement antar kedua negara itu sendiri, buku, situs resmi dari internet dan juga sumber lainnya. Hasil dari penelitian ini pada akhirnya mengemukakan fakta bahwasanya Posisi tawar Indonesia terhadap Malaysia memang masih berada di posisi yang lemah serta perjanjian kerjasama yang dilakukan kedua belah negara ini tidak memberikan dampak efektif kepada masyarakat perbatasan itu sendiri. Kemudian yang dimaksudkan adalah nilai tukar maksimal mata uang yaitu sebesar 600 RM yang dinilai sangat kurang dalam sebulan, kemudian usaha untuk mengamandemen yang masih belum terlaksana hingga sekarang, dan juga positif dan negatif list barang yang dilarang melewati daerah perbatasan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Identifier : HI 15 333 Language : Indonesia Copyright : Attribution 4.0. International
Subjects: Library of Congress Subject Areas > Skripsi
Library of Congress Subject Areas > Skripsi

Divisions: Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) > Hubungan Internasional
Depositing User: Rahman Pujianto
Date Deposited: 19 Jul 2018 05:12
Last Modified: 13 Apr 2020 03:50
URI: http://eprints.uai.ac.id/id/eprint/912

Actions (login required)

View Item View Item