Implementation of digital technology in the field of transportation: case study of Jakarta mass rapid transit (mrt)

Fadhal, Soraya and Safaanah, Mariah and Andria W., Melati (2025) Implementation of digital technology in the field of transportation: case study of Jakarta mass rapid transit (mrt). Other. Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta. (Unpublished)

[img] Text (Article's Content)
ILS0023-26_Isi-Artikel.pdf - Submitted Version

Download (1MB)

Abstract

Dunia sedang menghadapi perubahan revolusioner di berbagai sektor, komunikasi, kehidupan sosial dan budaya. Dampak dari revolusi cepat kemajuan teknologi tersebar di setiap aspek fungsional dan instrumental kehidupan manusia. Hal ini mewakili transformasi kehidupan dari manusia ke mesin, sistem berbasis digital atau komputer. Transformasi digital akan menciptakan nilai, pilar, dan kebijakan baru bagi masyarakat. Setelah era 4.0, dunia telah menuju masyarakat 5.0. Fukuyama (2018), menulis antisipasi terhadap tren global semacam itu, “Society 5.0” dipresentasikan sebagai konsep inti dalam Rencana Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke-5 (5th Science and Technology Basic Plan). Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah akar dari inovasi. Tujuan dari Society 5.0 adalah untuk menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia di mana baik pembangunan ekonomi maupun penyelesaian tantangan sosial dapat terpenuhi. Ini menyediakan kebutuhan dan layanan yang nyaman bagi masyarakat (Fukuyama, 2018). Teknologi 5.0 menghadirkan manfaat bagi negara untuk memfasilitasi, memantau, dan mengawasi masyarakat. Ini membantu meringankan beban pelaksanaan program pemerintah. Dalam konteks ini, muncullkah konsep baru muncul yang disebut Kota Pintar (Smart City) .dengan menggunakan teknologi atau berbasis teknologi. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan sistem kota ke dalam kemajuan teknologi dan memperbaiki layanan pelanggan melalui teknologi demi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Fenomena ini telah merancang ulang semua sistem sosial dan budaya berdasarkan Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK(Yasuura, 2016). TIK membangun sistem transportasi umum sebagai rencana hidup kota pintar. Ini adalah kota yang terprogram dan diinformasikan. Ia menggunakan data terbuka, Internet of Things, dan akses data untuk mengelola transportasi umum. Pemerintah kota telah membuat rencana strategis untuk menciptakan citra positif dan menarik pengunjung melalui merek destinasi kota. Para pemasar tempat berusaha menempatkan kota sebagai merek dengan tujuan mempromosikan kepada kelompok sasaran yang ada dan potensial (Kasapi & Cela, 2017). Jakarta salah satunya. Jakarta sedang menerapkan konsep kota pintar. Salah satunya adalah dengan menggunakan transportasi umum Kereta Cepat Massal (MRT).Upaya pemerintah daerah dalam menanggapi masalah kemacetan lalu lintas pada transportasi umum di Jakarta. Semua proses dalam sistem Kereta MRT Jakarta dijalankan dan dikendalikan oleh teknologi digital. Dalam konteks mempromosikan dan mensosialisasikan MRT, pemerintah kota dan kantor MRT sering memperkenalkan MRT melalui media sosial untuk menjangkau pelanggan. Perangkat digital yang terhubung melalui Internet menghasilkan jumlah data yang besar, sebuah konsep yang dikenal sebagai Big Data (González, 2015). Media lebih dari sekadar alat untuk pemasaran dan periklanan. Dipercaya dapat membangun hubungan yang lebih intim dengan pelanggan mereka (Wright, Khanfar, Harrington, Kizer, 2010). Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana MRT Jakarta menerapkan teknologi 5.0 dalam proses layanan transportasi publik? Bagaimana teknologi komunikasi menghubungkan konsumen MRT dalam menggunakan transportasi publik ini untuk menciptakan masyarakat berbasis teknologi komunikasi? Dan bagaimana MRT berkontribusi terhadap pencitraan Jakarta sebagai kota pintar? Penelitian ini dilakukan dalam paradigma post-positivis, dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perwakilan Pemerintah Jakarta (PR Officer) dan Manajemen MRT. Selain itu, peneliti juga melakukan survei kepada pengguna MRT untuk pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa MRT Jakarta adalah program transportasi yang menerapkan konsep kota pintar. MRT memiliki lebih dari satu elemen dari teknologi 5.0 sebagaimana dikatakan Fukuyama sebagai pilar kebijakan industri. Hal ini meningkatkan partisipasi publik dalam pengembangan perkotaan. Keterlibatan MRT di media sosial telah menciptakan kesadaran dan pendidikan bagi warga Jakarta tentang MRT sebagai Branding Jakarta Smart City.

Item Type: Monograph (Other)
Uncontrolled Keywords: ICT; Communication; Mass Rapid Transit (MRT); Branding image; Smart City
Subjects: 300 Social sciences > 380 Commerce, communications & transportation > 384 Communications (Telemunications)
300 Social sciences > 380 Commerce, communications & transportation > 388 Ground Transportation
600 Applied sciences & technology > 600 Technology
Divisions: Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Rifda Jilan
Date Deposited: 17 Apr 2026 10:25
Last Modified: 17 Apr 2026 12:03
URI: http://eprints.uai.ac.id/id/eprint/2616

Actions (login required)

View Item View Item