Sektor favorit mendarat dan bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat

Wicaksono, Mukti Ageng and Elfidasari, Dewi and Sarimin and Baban (2015) Sektor favorit mendarat dan bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan Sukabumi Jawa Barat. Prosiding seminar nasional biodiversitas: strategi pengelolaan sumber daya hayati nusantara untuk mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan, 4 (2). pp. 67-70. ISSN 2337-506X

[img] Text (Cover, Preface, Conference Schedule, Table of Contents)
ILS0120-20_Halaman-Awal.pdf - Cover Image

Download (754kB)
[img] Text (Article's Content)
ILS0120-20_Isi-Artikel.pdf - Published Version

Download (725kB)

Abstract

Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan salah satu jenis penyu yang hidup diperairan Indonesia. Salah satu pantai yang menjadi tempat pendaratan dan peneluran penyu hijau di Indonesia adalah Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan. Keberadaan penyu hijau di wilayah ini berpengaruh besar terhadap ekosistem lamun. Penyu diketahui memiliki kemampuan untuk memilih area pantai penelurannya dan cenderung kembali ke tempat asalnya menetas. Kondisi fisik suatu kawasan pantai yang dapat mempengaruhi pendaratan penyu adalah kemiringan pantai, lebar dan panjang pantai, kadar air, dan komposisi butiran pasir pantai, sedangkan kondisi biologis yang perlu diperhatikan antara lain jenis vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor favorit penyu hijau (Chelonia mydas) dan karakteristiknya yang ada di Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor II memiliki persentase pendaratan penyu tertinggi sebesar 63%. Hal ini disebabkan karena sektor II memiliki kemiringan pantai 8o, berpasir halus dan memiliki banyak vegetasi seperti pandan laut, ketapang dan waru laut yang umumnya menjadi tempat bernaung oleh penyu saat membuat sarang. Sektor V dan VI memiliki persentase pendaratan penyu terendah yaitu 0% karena sektor tersebut berdekatan dengan muara dan terdapat banyak batu karang. Hal ini menyebabkan penyu hijau kesulitan untuk mendarat dan bertelur di kawasan tersebut meskipun memiliki kemiringan pantai 10o dan 9o dan berpasir halus.

Item Type: Article
Additional Information: Dipresentasikan dalam "Seminar Nasional Biodiversitas: Pemanfaatan Sumber Daya Hayati untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan" di Gedung Pusdiklat UNS pada tanggal 15 November 2014.
Uncontrolled Keywords: ekositem lamun, peletakan telur, penyu hijau, sektor favorit pendaratan, Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan
Subjects: 500 Natural sciences & mathematics > 570 Life sciences (Biology)
500 Natural sciences & mathematics > 590 Animals (Zoology)
Divisions: Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) > Fakultas Sains dan Teknologi (FST) > Biologi
Depositing User: Rifda Jilan
Date Deposited: 25 Sep 2020 19:04
Last Modified: 25 Sep 2020 19:04
URI: http://eprints.uai.ac.id/id/eprint/1508

Actions (login required)

View Item View Item